Lima Permasalahan Umum BMW E30 M40

Hal-hal yang harus diperhatikan saat merawat sedan BMW E30.

Populasi BMW E30 di Indonesia mayoritas berbentuk sedan empat pintu bermesin 1.800cc. Ada dua tipe mesin 1.800 cc yang umum beredar di indonesia, yakni mesin berkode M10 dan M40. Kendaraan ini mengantongi teknologi cukup sederhana dan kini harganya tergolong relatif murah. Perawatannya pun cukup mudah bagi Anda yang punya dan hendak membeli kendaraan ini. Sebelum Anda membeli “BMW-nya Mas Boy”, kami ini mengulas beberapa hal yang patut diperhatikan pada BMW E30 318i bermesin M40. Berikut yang harus Anda perhatikan:

1. Air Flow Meter (AFM)

Air Flow Meter terletak persis setelah boks saringan udara di bagian kiri depan. Fungsinya mengirim informasi kepada Engine Control Unit (ECU) mengenai jumlah udara yang masuk. Semakin panjang jarak tempuh, komponen karbon di dalam AFM akan menipis sehingga mobil tidak dapat beroperasi dengan optimal.

Salahsatu cara mengeceknya adalah perhatikan putaran mesin saat stasioner. Ketika mobil tidak dapat stasioner dengan stabil, maka ada kemungkinan AFM sudah tidak berfungsi normal. Selain itu rasakan pergerakan tenaga dari putaran bawah hingga atas. Apabila mobil terasa seperti tercekik atau tersendat saat melaju ke putaran atas, maka hal ini juga menjadi salahsatu gejala AFM tidak berfungsi normal.

2. Cylinder head dan camshaft

Camshaft menjadi salahsatu titik lemah di mesin M40. Cam lobe lebih mudah aus ketimbang mesin BMW E30 lainnya karena oil spray bar yang mudah tersumbat. Apabila camshaft aus, maka mesin tidak dapat berputar di putaran tinggi mengakibatkan hilangnya tenaga. Mesin M40 memiliki suara khas ''tik-tik-tik-tik'' yang halus. Namun apabila Hydraulic Valve Adjuster aus akan mengakibatkan suara mesin yang kasar, seperti suara burung pelatuk. Dan jangan lupa ganti timing belt karena ketika sabuk ini putus akan mengakibatkan bencana besar bagi mesin dan dompet Anda.

3. Selang-Selang

Salahsatu hal krusial yang patut diperhatikan adalah selang-selang di BMW E30 anda. Rasakan karet-karet selang radiator apakah sudah getas atau tidak. Lalu selang bensin masuk dan keluar terletak di dekat booster rem, cari keretakan atau sumber kebocoran karena akan sangat berbahaya ketika selang tersebut sudah getas. Selang-selang lain yang terdapat di ruang mesin maupun menuju ruang mesin pun perlu diperiksa karena BMW E30 bukan lagi tergolong sebagai mobil muda.

4. Body dan sasis

Perhatikan garis-garis yang menyambung antara panel ke panel. Masih luruskan atau ada bekas tabrakan? Lalu perhatikan jarak antara panel, gap antara panel yang baik seharusnya rata. Dan cari BMW E30 yang memiliki lis body yang lengkap, karena akan sulit untuk mencari barang-barang lis serta harganya pun relatif mahal. Kemudian cari titik karat di kolong mobil. Biasanya terdapat di balik rocker panel, lekukan sasis persis di bawah firewall, dan bagasi. Keropos yang menggerogoti bagian sasis akan membahayakan nyawa Anda ketika berkendara.

5. Jejak oli

Periksa kolong-kolong mesin dan juga bagian belakang mesin dekat sambungan gearbox terhadap bekas ataupun rembesan oli. Ketika ada oli yang keluar dari mesin maka ada kemungkinan kebocoran dan bisa jadi memerlukan biaya yang relatif mahal untuk diperbaiki.

 

Ingin bertanya??

Cukup klik tombol di bawah, isi formulirnya dan klik submit

Tim Autocar Indonesia akan memilih pertanyaan terbaik dan akan menayangkannya di website

Kirimkan pertanyaan

JAWABAN DAN RESPON

comments powered by Disqus
Most Read
Autocar Magazine

Edisi: 204 | Mei, 2017