Fakta Tingkat Kecelakaan di ASEAN

Menurut data WHO, kasus kecelakaan di ASEAN berkisar 117.000 per tahun.

Fakta Tingkat Kecelakaan di ASEAN

Sebetulnya banyak upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan keamanan berkendara di Asia Tenggara. Setiap tahun, sekitar 63.000 kematian yang terjadi akibat kecelakaan lalu lintas tercatat di negara-negara anggota ASEAN. Namun, data yang berbeda dari Badan Kesehatan Dunia (WHO). Mereka menyatakan bila ditambah kasus-kasus yang tak tercatat secara resmi, jumlah sesungguhnya berkisar 117.000 per tahun.

Pada dasarnya, terdapat tingkat kematian yang cukup berbeda di antara setiap negara. Di Singapura misalnya, jumlah kematian akibat kecelakaan lalu lintas per kapita termasuk yang terendah di dunia, sementara di Thailand angkanya termasuk yang paling besar, nomor dua setelah Libya. Di Indonesia, data Korps Lalu Lintas Kepolisian Indonesia (Korlantas Polri) sepanjang tahun 2015 memperlihatkan, sebanyak 26.495 orang meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas. Ironisnya, korban pada rentang usia 15-19 tahun menduduki jumlah tertinggi dalam daftar tersebut.

“Kita perlu menemukan solusi berkelanjutan bagi masalah yang menyebabkan kematian pada kalangan muda di kawasan ini, yang merenggut nyawa ribuan penduduk, dan merugikan pemerintah dari segi biaya setiap tahunnya. Nyawa yang hilang, biaya kerusakan barang, serta reputasi keamanan, menjadi ancaman yang luas bagi kemajuan sosial dan ekonomi di negara-negara anggota ASEAN,” tutur Martin Hayes, president Bosch Asia Tenggara dalam pidato utamanya di EU-ASEAN Business Summit di Manila, Filipina.

Para pemimpin negara anggota ASEAN telah mengambil langkah-langkah progresif guna mengatasi ancaman yang disebabkan oleh kecelakaan lalu lintas terhadap kesehatan dan kesejahteraan warga serta ekonomi mereka. Pada November 2015, menteri transportasi dari blok ekonomi mengadopsi ASEAN Regional Road Safety Strategy, yang menyediakan kerangka strategi dan tindakan untuk mengurangi separuh jumlah kematian di jalan raya di kawasan tersebut pada 2020.

comments powered by Disqus
Most Read
Autocar Magazine

Edisi: 202 | Edisi Maret 2017