Komparasi Audio Karimun VS Brio Satya VS Ayla VS Agya

Dari empat mobil yang kami uji, semuanya memiliki pengaturan audio sederhana. Manakah yang terbaik dari empat LCGC?

Komparasi Audio Karimun VS Brio Satya VS Ayla VS Agya
Komparasi Audio LCGC
Kami membawa empat mobil LCGC (Low Cost Green Car) menuju markas salah satu instalatur audio bernama Heri di kawasan industri Pulo Gadung, Jakarta. Barang kali dari semua mobil yang kami bawa bukanlah mobil impian Anda. Tetapi, tak ada salahnya untuk mengetahui perihal audionya. Mulai dari menilai kualitas semburan audio yang dihasilkan, serta mencari celah solusi untuk mengoptimalkannya.  
 
Karimun wagon 
 
Fitur. Mobil pertama yang dinilai adalah Karimun WagonR. Dengan semangat dia langsung memasuki mobil dan langsung meraba, menelisik apa saja kemampuan   head unit standar. “Kemampuan head unit bawaan sangat sederhana. Ia sanggup memutar keping CD dan MP3, radio, serta file dari USB. Menengok fungsi pengaturan audio, yang paling pertama ada mode random, repeat, EQ (equalizer) ada tiga band, ada factory preset seperti natural, dynamic, vocal boost, bass boost, dan user yang EQ-nya tiga band,” paparnya.    
 
Tonal Balance. Guna mengetahui kualitas suaranya, kami bersama dengan sang instalatur mengujinya, menggunakan RTA (Real Time Analyzer). Dari alat tersebut diperoleh grafik di tiga band, yakni  80Hz, 1Kz, 10Kz.    
 
Optimizing. Karena speaker hanya terletak dibawah, dan tak ada speaker two way di atas, suaranya tidak terangkat. “Jadi  untuk optimizing, saya  rubah bass diposisi 0, Mid level -2, treble +2  tujuannya adalah supaya suara tweeter naik ke atas. Dan suara yang dihasilkan bisa lebih baik. Panggung (tata letak suara) rata, jadi keuntungan dengan tatanan seperti itu, suaranya terdengar lebih luas, namun, kedalaman panggung agak kurang,” jelas Heri.  
 
Untuk optimizing tambahan, jika kostumer ingin suara lebih baik, Heri menyarankan supaya menambah speaker two way,  plus pintu harus ditambah peredam. Kalo dilihat dari grafik RTA, ada sedikit menonjol di 250Hz, yang biasa disebabkan oleh resonansi pintu. Kalau sudah ditambah peredam, resonansi tersebut bisa hilang. Kemudian bisa ditambahkan built in power head unit, dipadukan dengan subwoofer active yang bisa ditaruh di kolong jok depan, dengan budjet  sekitar Rp 5 jutaan.    
 
comments powered by Disqus
Most Read
Autocar Magazine

Edisi: 204 | Mei, 2017