Tim Indonesia Berkompetisi di Shell Eco-Marathon Asia 2017

Shell Eco-marathon Asia 2017 yang diikuti oleh lebih dari 120 tim peserta dari Asia Pasifik dan Timur Tengah, termasuk 26 tim dari Indonesia.

 
Festival Make the Future Singapore ini adalah kompetisi tahunan yang menantang masing-masing tim untuk merancang, membuat dan mengendarai mobil yang paling efisien dalam penggunaan energi. Pembukaan festival ini juga menandai pembukaan Shell Eco-marathon Asia yang untuk pertama kalinya diadakan di Singapura. 
 
Sekitar 120 tim mahasiswa dari 20 negara akan berkompetisi dalam salah satu dari dua kategori: Prototype – kendaraan futuristik dan sangat aerodinamis – atau UrbanConcept – kendaraan yang sangat ekonomis, yang menyerupai mobil yang ada saat ini.
 
Para mahasiswa akan berkompetisi di tiga kategori yang berbeda berdasarkan sumber energi pilihan mereka masing-masing: Internal Combustion Engine (ICE), bensin, solar, etanol (biofuel); bahan bakar Gas to Liquid (GTL) yang terbuat dari gas alam; Compressed Natural Gas (CNG); bahan bakar sel hidrogen; dan daya listrik baterai. Kompetisi inovasi mahasiswa yang kedelapan ini menyambut kedatangan peserta baru dari Selandia Baru untuk pertama kalinya dalam kegiatan ini.
 
Salah satu tim Indonesia dari Institut Teknologi Nasional Malang, yaitu tim U.A.R.T G-UV dengan mobil UrbanConcept, merupakan satu-satunya tim Indonesia yang dipimpin oleh seorang mahasiswi.
 
“Kami merasa bangga bisa berkontribusi membuat mobil bersistem hibrida yang aman sesuai standar internasional, dan juga irit. Sebagai mahasiswa teknik mesin, kontribusi kami terhadap masalah pemanasan global dan efek rumah kaca dapat secara nyata dilihat di sini. Terpikir juga bagaimana prestasi ini bisa terus kami pertahankan, dan salurkan ke adik-adik kami nanti,” ujar Annisatul Karimah wewakili timnya.
 
Sementara Iqbal Taufiqurrahman dari tim Antawirya - Universitas Diponegoro yang berhasil mencapai hasil 128km/l pada percobaan pertama mengatakan bahwa mereka sudah menyiapkan strategi untuk menghadapi kompetisi ini karena medan yang berbeda daripada tahun lalu. Ia merasa belum puas dengan hasil tersebut dan ingin meningkatkan teknik mengemudi dan membuat mengatur mesin agar lebih irit lagi.
comments powered by Disqus

Tim Indonesia Berkompetisi di Shell Eco-Marathon Asia 2017

notSet

Most Read
Latest News
Membuktikan Fitur Semi Otonomos All New BMW Seri 5
Fitur semi otonomos BMW Seri 5 bisa bekerja dengan baik jika infrastruktur ...
12 jam yang lalu    1 picture
Pengujian Singkat All New BMW Seri 5
Kami menguji All New BMW Seri 5 di lintasan basah dan juga mini slalom di Jepang
17 jam yang lalu    1 picture
Honda Modif Contest Siap Hadirkan 1.500 Peserta
Gelaran modifikasi motor Honda dari PT Astra Honda Motor (AHM) ini akan ...
1 Hari 11 jam yang lalu    1 picture
Ini Rasanya Mengendarai Wuling Confero S
Wuling Confero S bisa menjadi pilihan baru bagi konsumen yang mencari mobil ...
1 Hari 11 jam yang lalu    1 picture
Mencoba Performa Toyota New Agya di Yogyakarta
Kontur jalan beragam dengan spot lansekap menarik, mendukung sesi test drive ...
1 Hari 12 jam yang lalu    1 picture
Autocar Magazine

Edisi: 204 | Mei, 2017