Review

Mercedes-Benz GLA-Class

Pilihan pertama untuk memasuki teritori SUV Mercedes-Benz.

DETAILS
5
foto

Bagian interior GLA sama persis dengan yang dimiliki oleh A-Class hatchback. Jok kulit Alcantara dengan pengaturan elektronik untuk baris pertamanya mendekap dengan nyaman, dan kekedapan interiornya menjadi bukti bahwa mobil ini memang berada di segmen premium. Elemen sporty khas AMG hadir dari penggunaan lingkar kemudi dari material kulit dengan jahitan berwarna merah. Lingkar kemudi ini, menurut saya, memberikan sensasi genggaman begitu nyaman di segala kondisi. Atap panoramic menambah impresi positif bagi mobil ini, namun kemudian terhenti begitu saja.

Ya, lapisan mahal Alcantara di joknya seakan tak dapat menghapus kesan “biasa” yang diberikan material lain di dashboard, konsol dan trim pintunya. Material yang digunakan tidak terlihat mahal, bahkan sistem AC-nya masih manual dengan tombol putar. Hal yang cukup disayangkan, mengingat harga jual GLA yang cukup tinggi untuk sebuah entry level Mercedes-Benz. Sebagai perbandingkan, sebuah SUV, bahkan hatchback bermerek Jepang dengan harga jual yang kurang dari setengahnya,  sudah dilengkapi dengan fitur-fitur tersebut, bahkan lebih baik lagi.

GLA memiliki tombol pusat pengatur sistem audio dan multimedia yang berada di konsol tengah dekat dengan arm rest. Tombol putar ini cukup mudah untuk dioperasikan karena berada di posisi dimana tuas transmisi lazimnya berada. Namun pada GLA, tuas pemindah transmisi berada di balik lingkar kemudi. Hal ini turut menyuguhkan ruang penyimpanan yang lebih banyak di bagian konsol tengah. Semua perintah dari tombol putar tersebut digunakan untuk mengubah berbagai macam pengaturan yang tampil di layar berukuran 5,8 inci di tengah dashboard.

Tampaknya tempat duduk baris kedua menjadi masalah bagi GLA. Untuk dua orang dewasa, GLA tidak akan menjadi pilihan pertama soal kenyamanan dan keleluasaan di dalamnya. Garis atap yang rendah dan melandai ke bagian belakang khas hatchback benar-benar memangkas ruang kepala di bagian belakang. Efek penggunaan atap panoramic menjadi solusi penciptaan suasana ruang lebih lapang. Sementara di bagian bagasi, Mercedes menawarkan kapasitas bagasi hingga 421 liter dalam kondisi normal, dan dapat terdongkrak hingga 836 liter dengan melipat rata bangku belakang. Yang menjdai hambatan, dengan meningkatnya jarak lantai kendaraan ke tanah, maka ambang bagasi pun semakin tinggi.

Performa >> << Desain

Mercedes-Benz GLA-Class

notSet

Most Read
Cari car review
LATEST CAR REVIEWS
Menguji BMW i8, Wujud Masa Depan Sportscar

Menguji BMW i8, Wujud Masa Depan Sportscar

4 hari lalu
Mobil sport yang ramah lingkungan dari BMW, kami mengujinya hingga ke batas ...
Menguji Toyota C-HR 1.8 Hybrid

Menguji Toyota C-HR 1.8 Hybrid

Feb 8, 2017
Crossover bergaya unik melawan Nissan Qashqai dengan teknologi Hybrid.
Menguji Chevrolet Captiva LTZ

Menguji Chevrolet Captiva LTZ

Jan 27, 2017
Suspensi yang lembut dan mesin senyap adalah nilai utama dari Captiva LTZ.
Aston Martin Vantage S V12

Aston Martin Vantage S V12

Jan 17, 2017
Aston Martin Vantage S V12 disuguhkan untuk kaum aristokrat yang punya ...
BMW M2 Coupe

BMW M2 Coupe

Jan 13, 2017
Tawarkan teknologi motorsport yang sangat kompetitif di lintasan balap
Latest News
Nilai dan Jumlah Ekspor Honda Semakin Naik
Honda telah melakukan ekspor produknya ke 12 negara
10 jam yang lalu    1 picture
Selain Trailblazer, Chevrolet Juga Hadirkan Trax dan Spark Anyar
Wajah baru dari Trailblazer, Trax, dan Spark mencerminkan desain global yang ...
12 jam yang lalu    1 picture
Honda Indonesia Capai Produksi Satu Juta Unit Mobil
Honda Mobilio menjadi mobil HPM yang diproduksi ke satu juta unit
12 jam yang lalu    1 picture
Bentley Bentayga di Indonesia Paling Murah Rp 10 Miliar
SUV termewah dan tercepat di dunia ini sudah laku 9 unit di Indonesia
14 jam yang lalu    1 picture
Dealer Mini Tata Motors Kini Hadir di 7 Kota
Dealer tersebut mempunyai konsep baru yang dilengkapi fasilitas 3S (Sales, ...
17 jam yang lalu    1 picture
Autocar Magazine

Edisi: 200 | Autocar Magazine